![]() |
| Candaan Ala Rasul |
Rasulullah SAW merupakan seorang yang dikaruniai mukjizat-mukjizat yang luar biasa, kemudian beliau juga tegas, berwibawa dan bijaksana. Tapi Rasulullah SAW juga senang bercanda dengan para sahabat-sahabatnya. Hal ini untuk mempererat ikatan persaudaraan dan persahabatan mereka.
Pada suatu hari, seorang sahabat mendatangi Rasulullah SAW. Dia meminta agar beliau membantu mencarikannya unta untuk memindahkan barang-barangnya yang begitu banyak. Setelah mendapatkan unta, Rasulullah SAW mendatangi sahabatnya tersebut dan berkata
"Pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta diseberang sana".
Mendengar ucapan Rasulullah yang menyebut 'anak unta', Sahabat bingung.
"Bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban miliknya yang amat berat" Pikirnya. Akhirnya dengan penuh keraguan dia berkata,
"Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barangku ini?"
Rasulullah SAW menjawab,
"Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta."
Sahabat itu pun tersenyum karena baru mengerti maksud Candaan Rasulullah, yaitu bahwa sebesar atau setua apapun seekor unta, ia tetap anak atau terlahir dari induk seekor unta pula. Karenanya Rasulullah mencandai sahabat tersebut dengan menyebut unta yang dimaksud Rasulullah sebagai 'anak unta'.
Pada waktu lain...
Seorang perempuan tua taat beribadah bertanya pada Rasulullah SAW: "Ya utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk Surga? Do'akan lah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam Surga."
Rasulullah menjawab sambil tersenyum:
"Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada orang tua."
Mendengar jawaban Rasulullah SAW, raut wajah perempuan itu berubah menjadi sedih. Memikirkan amalan dan apa yang harus diperbuat agar masuk Surga.
Tak ingin melihat perempuan tua itu bersedih, Rasulullah SAW pun melanjutkan penjelasannya. Beliau mengutip surat Al-Waqi'ah ayat 35-37 yang mengatakan bahwa setiap yang berhak memasuki Surga nantinya akan disebayakan umurnya menjadi remaja. Yang tua di dunia akan menjadi remaja kembali.
Mendengar penjelasan tersebut, perempuan itu pun langsung berbinar wajahnya, tersenyum malu sekaligus senang. Malu karena tidak menyadari Candaan Rasulullah SAW, senang karena kabar gembira yang disampaikan Rasulullah SAW.
Para sahabat dan Rasulullah SAW suka bercanda dan tertawa. Meski demikian, iman di hati mereka bagai gunung yang teguh. Karena Candaan Rasulullah SAW tidak berlebihan. Bercanda namun dengan kejujuran / tidak mengucapkan kebohongan, penuh makna dan manfaat serta tidak menyakiti perasaan orang lain. Na'im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. Bahkan mendengar kata-kata dan gelagatnya saja, sudah membuat Rasulullah SAW tersenyum...

0 Response to "Candaan Ala Rasul"